Fasilitas Sekolah untuk Peserta Didik Difabel

 Di SMP Merdeka terdapat lima peserta didik difabel. Empat di antara

peserta didik itu berjalan menggunakan bantuan kruk, sementara satu

lagi memakai kursi roda. Selain kelima peserta didik itu, ada satu peserta

didik lagi yang mengalami kesulitan berjalan karena baru saja mengalami

kecelakaan. Ia juga pergi ke sekolah dengan menggunakan kruk. Menurut

dokter, kemungkinan besar kakinya baru dapat berjalan normal sebulan

lagi. Sebaiknya, SMP Merdeka lebih memperhatikan fasilitas untuk peserta

didik dengan kondisi seperti itu. Sayangnya, hal itu belum dilakukan SMP

Merdeka.

SMP Merdeka memiliki dua gedung belajar. Setiap gedung itu memiliki

dua lantai. Untuk mencapai lantai dua, para peserta didik harus menaiki

tangga. Kondisi ini tentu menimbulkan kesulitan bagi peserta didik difabel,

terutama bagi peserta didik yang berjalan dengan menggunakan kruk.

Mungkin bagi mereka, menaiki tangga rasanya seperti mendaki gunung.

Mereka membutuhkan waktu lama untuk sampai di lantai dua. Peserta

didik difabel yang menggunakan kursi roda mempunyai masalah lain lagi.

Jika peserta didik dengan kruk merasa tangga layaknya gunung, peserta

didik dengan kursi roda merasa tangga adalah dinding pembatas. Ia sama

sekali tidak dapat melaluinya. Peserta didik ini selalu dibantu untuk dapat

naik ke lantai dua. Kadang-kadang ia belajar di ruang guru yang terletak

di lantai satu. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena Undang-Undang

Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan bahwa

kaum difabel memiliki hak untuk menggunakan semua fasilitas publik

dengan nyaman, termasuk fasilitas sekolah.

Sekolah sebaiknya membangun fasilitas ramp, yaitu jalan penghubung

antarbangunan yang memiliki kemiringan tertentu. Ramp membantu

peserta didik difabel yang menggunakan kursi roda untuk dapat naik ke

lantai dua tanpa perlu digendong. Sudah saatnya sekolah memikirkan

fasilitas ini karena semua peserta didik memiliki hak yang sama untuk

mendapatkan kenyamanan dan keamanan di sekolah.

Comments

Popular Posts