Kotak Sulap Paman Tom

 Randu suka sekali menonton pertunjukan sulap Paman Tom. Menurutnya

sulap Paman Tom sangat ajaib. Paman Tom bisa mengeluarkan kelinci, pistolpistolan,

sepatu baru, dan buku-buku dari kotak sulapnya. Ketika bermain

sulap, Paman Tom sering menyuruh seorang anak naik ke panggung. Anak

itu dimintanya memasukkan tangan ke dalam kotak sulap.

“Kosong!” begitu selalu teriak anak-anak yang ikut bermain sulap.

“Kosong lagi!” teriak mereka berulang. Paman Tom tersenyum, lalu ia akan

menutup kotak tersebut. Beberapa detik kemudian ia akan membukanya

kembali dan penonton akan berteriak, “Ada kelincinya!”

Randu dahulu pernah pula naik ke panggung. Kata Paman Tom, ia

butuh anak laki-laki yang bisa membantunya. Randu langsung tunjuk

tangan. Ia disuruh menarik sapu tangan yang menutupi kotak itu. Begitu

kotak terlihat, seekor burung akan keluar, dan hup …! Burung itu terbang

mengitari panggung. Saat itu penonton sangat heboh. Semua orang

bertepuk tangan sampai lama sekali. Tidak cukup sampai di situ. Keesokan

harinya semua anak di sekolah menceritakan kejadian itu berulang-ulang.

Guru kelas Randu bahkan ikut memuji pertunjukan itu di depan kelas. Saat

itu Randu masih kelas 1 SD.

Sekarang Randu sudah kelas tiga SD. Ia bersama teman-temannya

masih tetap suka menonton pertunjukan sulap Paman Tom yang diadakan

setiap bulan di Perpustakaan Daerah. Namun, kini ada sesuatu di hati

Randu. Rasa kagum terhadap sulap Paman Tom berganti menjadi penasaran.

“Mengapa Paman Tom begitu hebat? Dari mana Paman Tom mendapatkan

kotak ajaibnya yang terkenal itu?” Randu ingin tahu jawabannya.

Pada suatu hari Minggu, dua jam menjelang pertunjukan sulap Paman

Tom, Randu diam-diam masuk ke ruang pegawai. Biasanya Paman Tom

beristirahat dahulu di ruangan itu sebelum memulai sulapnya di panggung.

Mujur bagi Randu, hari itu, setelah meletakkan peralatan sulapnya, Paman

Tom keluar ruangan. Mendapat kesempatan itu, Randu segera menuju ke

tas besar Paman Tom yang terbuat dari anyaman pandan. Dibukanya tas

itu dengan berdebar. Kotak sulap itu ada di dalamnya. Dengan gemetar ia

mengangkat kotak itu, lalu mengintip isinya. Kosong. Dirabanya sisi-sisi

dalam kotak. Alangkah kagetnya ia ketika menemukan empat buah laci

kecil. Di dalam empat laci itu, ia menemukan seekor kelinci kecil, seekor

burung merpati, sekuntum bunga, dan sebuah terompet.

Randu terkejut dan kecewa. Kotak itu tak seperti harapannya. Kotak

itu tidak ajaib sama sekali. Dalam pikirannya, Paman Tom adalah seorang

pembohong. Paman Tom penipu. Ia sama sekali tidak hebat. Randu kecewa

karena merasa tertipu.

Dengan lunglai Randu kembali ke ruang pertunjukan. Tak lama

kemudian, Paman Tom datang dengan kotaknya yang ternyata tidak ajaib.

Randu mendadak merasa benci. Ia tidak suka dengan sulap Paman Tom.

Paman Tom tidak pandai melakukan yang ajaib. Paman Tom hanya penipu!

“Anak-anak, mari kita lihat ada keajaiban apa di kotak sulap Paman

Tom!” seru Paman Tom gembira. Anak-anak bertepuk tangan.

“Apakah ada yang suka terompet?” tanya Paman Tom. Semua anak

tunjuk tangan sambil berteriak, “Saya! Saya!”

“Nah! Apakah kotak ajaib Paman Tom bisa mengeluarkan terompet?

Mari kita lihat!”

Anak-anak bersorak gembira.

Tiba-tiba Randu berdiri.

“Tidak benar!” teriaknya benci, “Paman Tom bohong!” Ia segera berlari

ke panggung. Merampas kotak sulap itu, lalu menunjukkan laci-laci rahasia

pada semua orang.

“Lihat, ‘kan?” kata Randu sambil menarik seekor kelinci. “Paman Tom

menipu kita! Tidak ada kotak ajaib! Ia menyembunyikan semua itu dalam

laci rahasia!”

Semua orang terkejut. Paman Tom lebih terkejut. Wajahnya tampak

memerah pertanda marah. Randu melemparkan kotak itu ke lantai.

“Aku tak percaya lagi padanya. Paman Tom pembohong!”

Randu lalu lari ke luar. Pulang.

Comments

Popular Posts